Racun Fotografi dari DHONNY ARISTIANTO
Hai semua nama saya NOVAN CANDRA P. dalam artikel ini saya ingin berbagi cerita alasan saya untuk menekuni dunia fotografi.
hal pertama yang terfikirkan ketika melihat hasil dari fotografi adalah indonesia memang indah luar biasa, banyak sekali hal2 kecil yang sering terabaikan.
mungkin tempatnya terkesan biasa saja. namun saat di implementasikan dalam sebuah karya foto ada hal menakjubkan yang terlukis di sana.
awalnya saya sempat tidak benar - benar yakin untuk menekuni dunia ini. disamping tak memiliki basic dan pengetahuan yang cukup tentang fotografi, pun juga tak memiliki system camera yang memadai untuk sekedar belajar memotret dengan benar. maka dari itu saya memutuskan untuk belajar ala kadarnya saja dan hanya memanfaatkan fasilitas kamera smartphone saya saja.
mungkin tempatnya terkesan biasa saja. namun saat di implementasikan dalam sebuah karya foto ada hal menakjubkan yang terlukis di sana.
awalnya saya sempat tidak benar - benar yakin untuk menekuni dunia ini. disamping tak memiliki basic dan pengetahuan yang cukup tentang fotografi, pun juga tak memiliki system camera yang memadai untuk sekedar belajar memotret dengan benar. maka dari itu saya memutuskan untuk belajar ala kadarnya saja dan hanya memanfaatkan fasilitas kamera smartphone saya saja.
semakin hari saya tak bisa berhenti memotret, yang aneh bukan selfie, melainkan mengabadikan momen dan objek. awal saya benar benar terjun di dunia potret memotret ini, ketika terjadi berbincang dengan seorang teman yg usianya boleh di bilang senior. beliau merupakan panutan bagi saya pribadi, beliau yg begitu berpengalaman dalam dunia olahraga outdoor, serta merupakan Capten club lari outdoor GATRA RUNNERS, beliau sudah kenyang asam garam tentang dunia fotografi.
beliau bernama pak "DHONNY ARISTIANTO".
awalnya kami hanya mengobrol santai tentang masa muda beliau. tentang motivasi yang harus selalu di bakar, terutama jiwa2 muda seperti saya. kami mengobrol begitu lama, banyak hal yang beliau sampaikan dan juga banyak hal tentang pola pikir dan pandangan hidup yang beliau sarankan, agar supaya kami selalu punya semangat yang positive dan bergaul dengan lingkungan yang positive. lalu sampailah di titik dimana kami membahas tentang hoby beliau yang sempat menekuni fotografi.
beliau tak mendetail bila menyinggung tentang hal ini. akan tetapi deretan hasil karya beliau yg terpajang rapi di ruang tamu lebih dari cukup untuk menjelaskan seberapa besar cita rasa seni beliau. dandari sinilah saya mengajukan pertanyakan krusial yang menjadi dasar kenapa saya memutuskan menekuni fotografi.
"paman camera apa yang paling, dan bagus mana DSLR CANON atau NIKON?"
lalu beliau mulai menjelaskan dari ujung barat indonesia sampai ujung timur nusantara 😆 dan tiba2 ada poin utama yg beliau katakan "kalo kamu memang senang dan suka dg fotografi, belio mirrorless. jangan DSLR"
disitu saya sempat bingung dan sanksi. (namanya juga orang awam). dalam hati saya bertanya2 apa itu mirrorless, kenapa harus mirorrles, kenapa tidak membeli camera DSLR saja yg lebih familiar dan umum di miliki halayak. sebelum sempat saya bertanya beliau lalu meneruskan kalimatnya "soale Mirorrless itu system Camera baru, kedepan nanti yg umum digunakan adalah system ini".
setelah penjelasan panjang tentang ini dan itunya selesai. saya memutuskan untuk googling dahulu. mencari tau tentang system camera ini. apa keunggulannya dari DSLR dan mengapa seseorang yang faham fotografi merekomendasikannya. setelah saya cari sana sini baca ini itu di google, akhirnya saya bisa menarik kesimpulan mirorrless bukan system tandingan DSLR jadi salah bila dua system camera ini di perbandingkan. mirorrless adalah system penyempurnaan dari DSLR itu sendiri dg menghilangkan bidang cermin yang berfungsi untuk melihat obyek yang akan di foto, lalu dalam mirorrless di ganti dengan live viewfinder electronik yg umumnya berupa LCD (ada sebagian mirorrless yg juga menyediakan Electronik viewfinder seperti sony @lpha dan nikon1 V series)
singkat cerita akhirnya saya mantap untuk membeli system camera mirorrless, dalam hal ini merek NIKON dengan berbagai pertimbangan. setelah itu mulailah saya memakai kamera nikon1 J5 dengan lensa kit standard 10 - 30 mm.
hal yang pertama saya ambil adalah structur dan vintage. karena saya pribadi sangat menyukai foto yang menonjolkan sisi budaya dan cerita di balik bangunan atau tempat tersebut.
berikut hasil dari foto saya yang pertama kali saya lakukan, semoga kedepannya bisa lebih baik dalam mengabadikan moment.
awalnya kami hanya mengobrol santai tentang masa muda beliau. tentang motivasi yang harus selalu di bakar, terutama jiwa2 muda seperti saya. kami mengobrol begitu lama, banyak hal yang beliau sampaikan dan juga banyak hal tentang pola pikir dan pandangan hidup yang beliau sarankan, agar supaya kami selalu punya semangat yang positive dan bergaul dengan lingkungan yang positive. lalu sampailah di titik dimana kami membahas tentang hoby beliau yang sempat menekuni fotografi.
beliau tak mendetail bila menyinggung tentang hal ini. akan tetapi deretan hasil karya beliau yg terpajang rapi di ruang tamu lebih dari cukup untuk menjelaskan seberapa besar cita rasa seni beliau. dandari sinilah saya mengajukan pertanyakan krusial yang menjadi dasar kenapa saya memutuskan menekuni fotografi.
"paman camera apa yang paling, dan bagus mana DSLR CANON atau NIKON?"
lalu beliau mulai menjelaskan dari ujung barat indonesia sampai ujung timur nusantara 😆 dan tiba2 ada poin utama yg beliau katakan "kalo kamu memang senang dan suka dg fotografi, belio mirrorless. jangan DSLR"
disitu saya sempat bingung dan sanksi. (namanya juga orang awam). dalam hati saya bertanya2 apa itu mirrorless, kenapa harus mirorrles, kenapa tidak membeli camera DSLR saja yg lebih familiar dan umum di miliki halayak. sebelum sempat saya bertanya beliau lalu meneruskan kalimatnya "soale Mirorrless itu system Camera baru, kedepan nanti yg umum digunakan adalah system ini".
setelah penjelasan panjang tentang ini dan itunya selesai. saya memutuskan untuk googling dahulu. mencari tau tentang system camera ini. apa keunggulannya dari DSLR dan mengapa seseorang yang faham fotografi merekomendasikannya. setelah saya cari sana sini baca ini itu di google, akhirnya saya bisa menarik kesimpulan mirorrless bukan system tandingan DSLR jadi salah bila dua system camera ini di perbandingkan. mirorrless adalah system penyempurnaan dari DSLR itu sendiri dg menghilangkan bidang cermin yang berfungsi untuk melihat obyek yang akan di foto, lalu dalam mirorrless di ganti dengan live viewfinder electronik yg umumnya berupa LCD (ada sebagian mirorrless yg juga menyediakan Electronik viewfinder seperti sony @lpha dan nikon1 V series)
singkat cerita akhirnya saya mantap untuk membeli system camera mirorrless, dalam hal ini merek NIKON dengan berbagai pertimbangan. setelah itu mulailah saya memakai kamera nikon1 J5 dengan lensa kit standard 10 - 30 mm.
hal yang pertama saya ambil adalah structur dan vintage. karena saya pribadi sangat menyukai foto yang menonjolkan sisi budaya dan cerita di balik bangunan atau tempat tersebut.
berikut hasil dari foto saya yang pertama kali saya lakukan, semoga kedepannya bisa lebih baik dalam mengabadikan moment.
sekian dulu artikel dari saya, kurang lebihnya saya mohon maaf. kedepannya semoga bisa menyajikan artikel yg menarik dan bisa meng explore tempat2 yg tak terjamah dengan kamera. supaya anak cucu kita nanti bisa menikmati. sepotong anugrah keindahan TUHAN yg tersembunyi
wassalamualaikum
Novan Pambudi
Comments
Post a Comment